Postingan

Bebek Goreng H Slamet dengan Sambal Korek

Gambar
Malam Natal kemarin, saya menikmati hidangan bebek goreng di warung Haji Slamet cabang Pluit. Warung bebek goreng dengan merk “H. Slamet” ini sudah memiliki cabang di mana-mana. Dengan tambahan embel-embel “asli Kartosuro”, warung ini menawarkan ciri khasnya yaitu sambal korek. Namanya saja “Bebek Goreng H Slamet”, maka menu utamanya jelas adalah bebek. Saya memesan bebek goreng bagian dada. Bagi yang kurang suka dengan bau amis bebek, saya sarankan untuk meminta bebek yang digoreng kering. Akibatnya, rasa dagingnya lebih garing (juga sedikit lebih keras tentunya) dan bau amisnya kurang terasa karena sudah digoreng hingga mengering. Seporsi bebek goreng kering bagian dada tersaji bersama sepiring lalapan dan sepiring kecil sambal. Jika anda sangat menyukai sambal, siap-siap mengorek kocek lebih dalam untuk sambal porsi besar; dengan kata lain, jika sambalnya tidak cukup, anda harus membayar lebih untuk mendapatkan sambal tambahan. Seperti yang sudah ditulis sebel...

Bakmie Jembatan Tiga dengan Bakso Goreng yang Terkenal

Gambar
Tidak jauh dari rumah, ternyata ada salah satu rumah makan bakmie yang cukup dikenal. Namanya adalah Bakmie Jembatan Tiga, karena lokasinya memang berada di Jembatan Tiga. Dulu, di sebelah Bakmie Jembatan Tiga juga ada rumah makan bakmie (yang tidak kalah ternama) bernama Bakmie Cip-Cip, tetapi sudah entah pindah ke mana. Meskipun dekat dengan rumah, saya jusru tidak pernah tahu dengan rumah makan ini. Info mengenai rumah makan bakmie Jembatan Tiga justru saya dapatkan dari internet secara tidak sengaja. Karena penasaran, segera saya meluncur ke lokasi. Berada di ruko, tempatnya cukup nyaman. Ber-AC dan bersih. Ada berbagai menu Chinese food di sini, seperti Fu Yung Hai dan Ayam Rebus Putih (Pak Cham Kwee/Pek Cam Kwee). Saya memesan bakmie dengan sui kiaw. Bakmienya bisa dipesan dengan dua macam toping, daging ayam dan daging babi; saya minta untuk dicampur saja. Tidak lama, pesanan pun datang. Bakmienya enak. Nampaknya bumbu utama dari bakmie ini adala...

Nasi Uduk Gondangdia d/h Cahaya Asli

Gambar
Nasi uduk merupakan salah satu makanan khas Betawi. Bagi warga Jakarta, bersantap pagi dengan sepiring nasi uduk beserta lauk-pauk sudah menjadi hal yang sangat biasa, termasuk juga dengan saya. Hampir di seluruh pelosok Jakarta kita bisa menemukan nasi uduk; baik itu untuk sarapan, makan siang, atau makan malam. Nasi uduk menjadi salah satu makanan khas yang paling populer di tanah Batavia. Nasi uduk adalah nasi yang dimasak dengan air santan, biasanya ditambah lagi dengan daun salam untuk memperkaya aroma. Karena dimasak dengan santan, rasa dari nasi uduk sangat gurih dan aromanya harum. Disantap dengan berbagai lauk tambahan: empal daging, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng, telur, hingga semur. Untuk sambal, khasnya adalah sambal kacang. Belakangan, nasi uduk membaur dengan gaya Tionghoa peranakan sehingga muncul nasi uduk dengan lauk yang lebih bervariasi lagi. Salah satu nasi uduk yang cukup terkenal adalah nasi uduk di daerah Cikini, biasanya disebut sebaga...

Bubur Kacang Hijau Petak Sembilan

Gambar
Lagi-lagi saya terpengaruh oleh tulisan orang lain di internet. Membaca "Konspirasi Bubur Kacang Hijau" yang pernah di-post di milis Jalansutra pada tahun 2009 silam, membuat saya kembali penasaran. Lokasinya di Petak Sembilan. Seperti biasa, di hari Sabtu pagi saya berangkat ke Petak Sembilan, mencari warung bubur kacang hijau tersebut berada. Berdasarkan panduan di milis Jalansutra, warung tersebut tidak memasang plang apapun di depannya. Patokannya adalah masuk ke gang Petak Sembilan dari arah Glodok, warungnya terletak di sebelah kanan sebelum pasar. Di depannya ada gerobak bektim. Nyatanya, patokan tersebut tidak berhasil membuat saya menemukan lokasi warung tersebut. Tidak ada gerobak bektim sebelum pasar. Ternyata ini toko yang dimaksud. Karena silau, fotonya jadi buram. Inisiatif untuk bertanya muncul. Saya menebak-nebak, kira-kira toko yang mana yang berkemungkinan besar adalah warung bubur kacang tersebut. Sebuah toko kue yang sudah tua pun saya masuki,...

Sakura Anpan, "Modern Bakery" Zaman Babeh Kite

Gambar
Penasaran, ketika saya mengetahui bahwa masih ada banyak toko bakery jadul yang tak lekang dihajar zaman, di tengah gempuran toko bakery bergaya modern di pusat-pusat perbelanjaan. Setelah kunjungan saya ke toko roti Tan Ek Tjoan, saya semakin bersemangat untuk mencari roti-roti ataupun kue-kue zaman doeloe . Setelah melakukan googling, hingga akhirnya saya menemukan bahwa ada toko roti jadul lainnya yang berada di daerah Menteng: Sakura Anpan. Lokasinya sangat mudah ditemui, berada di pusat kuliner Sabang. Di sekitarnya memang banyak sekali tempat-tempat makan sehingga anda tidak akan kesulitan menemukannya. Plang besar akan menyambut anda dengan tulisan: “Modern Bakery Sakura Anpan Cake Shop”. Mungkin pada zamannya, Sakura Anpan memang toko kue modern, tapi sekarang sudah menjadi toko kue legendaris yang penuh nostalgi. Saya langsung masuk ke dalamnya. Tokonya luas, di sekeliling anda terdapat display dengan pilihan kue dan roti, tentu saja semuanya berciri khas te...

Gado-Gado BonBin, Berdiri Sejak 1960

Gambar
Jalan Cikini memiliki persamaan dengan Jalan Pancoran Glodok, sama-sama membawa kesan tempo doeloe yang tak lekang oleh waktu. Tempat-tempat bersejarah maupun lokasi kuliner berhistori, keduanya menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk mendatanginya, termasuk saya. Di sini, anda bisa menemukan Gado-Gado BonBin yang sudah “berdiri” sejak tahun 1960. BonBin merupakan singkatan dari Kebon Binatang.  Sebelum dipindahkan ke Ragunan, kala itu kebun binatang masih berada di kawasan Taman Ismail Marzuki. Meski sudah berusia lebih dari setengah abad, BonBin masih tetap ramai dikunjungi pelanggan, baik itu langganan atau pengunjung baru yang penasaran, seperti saya. Tentu saja, konsistensi rasa yang nyaris tidak pernah berubah dari dulu yang membuat BonBin kini digadang-gadang sebagai salah satu gado-gado terbaik di Indonesia. Selain resep yang dipertahankan sejak doeloe, tata ruang di dalam rumah makan Gado-Gado BonBin juga masih terjaga ke-jadoelan-nya. Kesan sederhana namun hist...

Tan Ek Tjoan, Toko Roti yang Berdiri Sejak Zaman Belanda

Gambar
Di balik menjamurnya toko-toko roti modern di mall-mall, ternyata masih ada toko roti kuno yang masih bertahan dengan orisinalitas dan keotentikan rasanya. Salah satunya adalah toko roti Tan Ek Tjoan. Jika anda sering beraktivitas di daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, mungkin anda sudah familiar dengan nama ini. Gerobak-gerobak sepeda roti dengan merk Tan Ek Tjoan berkeliling di wilayah tersebut, menawarkan segigit kenangan nostalgia masa lalu. Hampir 1 abad toko roti Tan Ek Tjoan berdiri, dibuka pada saat zaman penjajahan Belanda. Kala itu, orang-orang Belanda yang kaya raya bermukim di wilayah Cikini, dengan warga-warga Pribumi yang berada di sekitarnya. Terlihat dengan jelas kesenjangan sosial antara orang Belanda yang perlente dengan warga Pribumi yang kala itu lebih banyak bekerja sebagai buruh. Adalah Tan Ek Tjoan, seorang warga keturunan Tionghoa yang melihat keadaan ini kemudian mencetuskan sebuah usaha yang dapat mengangkat kondisi sosial warga Pribumi. Tan Ek ...